Sosialisasi G7KAIH Tingkat SMP se Kabupaten Lahat

SOSIALISAI G7KAIH JENJANG SMP KABUPATEN LAHAT 2025


Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lahat menyelenggarakan Sosialisasi Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH) di Hotel Cedrawasih Lahat, Selasa 18 November 2025.

Acara dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan H.Niel Aldrin, SE., M.A.P., didampingi Kabid SMP Heriyanto, S.Pd.,M.M., Kabid TK dan PAUD  H. Idham Kholik, S.Pd.I., M.M., Kabid Kebudayaan Febriansyah, M.Pd., Kabid SD Arlan Darkoni, M.Pd. Sosialisasi diikuti oleh Kepala Sekolah tingkat SMP dan Petugas UKS se Kabupaten Lahat. Dari SMP Akhlakul Karimah Boarding School Lahat H. Amat Sarjono, S.P., dan Petugas UKS Ariska Khoirul Nisak.

Nara sumber dari BPMP Palembang Ahmad Jauhari, S.Ag., M.Si., Program Pemerintah setiap Sekolah di Kabupaten Lahat akan mendapat IMB ( Informasi Manajemen Berbasis  papan digital/TV informasi),  yaitu sejenis TV besar untuk Pembelajaran tentunya dibarengi listrik dan internet untuk menunjang G7KAIH.

Berikut 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang mudah dipahami dan bisa langsung dipraktikkan:

1. Rajin Beribadah dan Berdoa.

Anak hebat memulai hari dengan berdoa, menjaga salat, dan selalu bersyukur. Ini membentuk hati yang tenang dan akhlak yang baik.

2. Disiplin dan Tepat Waktu.

Mengerjakan tugas tepat waktu, datang sekolah tidak terlambat, dan mengikuti aturan dengan baik. Disiplin adalah kunci kesuksesan.

3. Gemar Membaca dan Belajar.

Menyukai membaca buku, mencari ilmu, bertanya ketika tidak paham, dan terus ingin tahu. Semakin banyak ilmu, semakin luas cita-cita.

4. Sopan Santun dan Hormat pada Orang Tua/Guru.

Mengucapkan salam, berbicara sopan, mendengarkan nasihat, dan menghargai orang lain. Akhlak baik membuat anak disenangi semua orang.

5. Rajin Menolong dan Berbagi.

Suka membantu teman, peduli pada lingkungan, menyisihkan sedikit untuk sedekah. Hati yang peduli membuat hidup lebih berkah.

6. Menjaga Kebersihan dan Kesehatan.

Mencuci tangan, menjaga kamar rapi, membuang sampah pada tempatnya, makan sehat, dan olahraga ringan. Anak sehat = anak kuat.

7. Pantang Menyerah dan Berani Mencoba.

Tidak mudah menyerah ketika gagal, berani mencoba hal baru, dan terus berusaha. Anak hebat tidak takut gagal, tapi belajar dari kegagalan.

 Permendikbudristek No. 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan (PPKSP)

Regulasi ini bertujuan mencegah dan menangani berbagai bentuk kekerasan (fisik, psikis, seksual, perundungan, diskriminasi/intoleransi) pada satuan pendidikan. 

Sasaran utama: peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan. 

Target penyelesaian (pelaksanaan) mencakup:

Pembentukan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di setiap satuan pendidikan dalam jangka waktu tertentu (misalnya paling lama 6 bulan untuk sekolah dasar/menengah sejak diundangkan) 

Pembentukan Satuan Tugas di tingkat kabupaten/kota/provinsi. 

Implementasi mekanisme pencegahan/penanganan yang melibatkan seluruh warga sekolah (guru, siswa, orang tua, tenaga kependidikan) dan penggunaan data serta pemulihan korban. 

Jadi, target penyelesaian di sekolah/satuan pendidikan: sudah terbentuknya TPPK, sudah ada mekanisme pencegahan/penanganan, sudah ada sosialiasi dan pemulihan korban, dalam kurun waktu yang ditentukan oleh regulasi.

 Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH)

Ini adalah program pembiasaan karakter yang dikemukakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui 7 kebiasaan: (1) bangun pagi, (2) beribadah sesuai agama/keyakinan, (3) berolahraga, (4) makan makanan bergizi, (5) gemar belajar, (6) aktif bermasyarakat, (7) tidur cepat. 

Target penyelesaian/pelaksanaan:

Internalasi kebiasaan itu di semua satuan pendidikan (PAUD, SD, SMP, SMA) sebagai bagian dari pendidikan karakter. 

Melakukan pembiasaan secara rutin dan berulang agar menjadi budaya sekolah. 

Pelibatan berbagai pilar: sekolah, keluarga, masyarakat, media. 

Dengan demikian, target penyelesaian untuk G7KAIH berarti: setiap satuan pendidikan telah menerapkan ketujuh kebiasaan dalam aktivitas sehari-hari siswa, terjadinya pembiasaan konsisten, dan telah terintegrasi ke dalam budaya sekolah serta melibatkan keluarga & masyarakat.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

DPD LDII LAHAT PERINGATI HUT RI KE 80

KEJURDA PERSINAS ASAD PRAREMAJA ZONA 4 SUMSEL

PC LDII KECAMATAN LAHAT MENGADAKAN KERJA BAKTI