RAKORWIL DPW LDII PROPINSI SUMSEL
RAKORWIL DPW LDII PROPINSI SUMATERA SELATAN
Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPW LDII) Propinsi Sumatera Selatan menyelenggarakan Rapat Koordinasi Wilayah (RAKORWIL) di Kota Prabumulih, jumat-Sabtu, 30 - 31 Januari 2026.
Tema Rakorwil "Penguatan Kapasitas Pengurus Organisasi untuk Mewujudkan Program Kerja LDII Sumatera Selatan tahun 2026 yang Efektif dan Profesional"
Rakorwil dihadiri Dewan Penasehat, pengurus DPW Serta ketua dan sekretaris DPD LDII se Sumatera Selatan. Hadir undangan peninjau Pengurus SENKOM MITRA POLRI, Pengurus Persinan ASAD dan SAKO PRAMUKA PERSADA NUSANTARA. Rakorwil diselenggarakan setiap 4 bulan sekali.
DPD LDII Lahat mengutus Ir. H. Amat Sarjono (Ketua), H. Ahmad Musyadad (Sekretaris), Jamiat Prianto (Wakil Ketua), H. Syariyo (Wanhat), Ilham Riyadi, SE (Bagian Kominfo dan Media), Leo Wahab, S.E ( Bagian Pengabdian Masyarakat)
Rakorwil dibuka oleh Ketua DPW LDII Prop. Sumatera Selatan H. Rahmatullah, S.Ag., M.Si., dalam amanahnya beliau menekankan kepada segenap Pengurus DPD LDII se Propinsi supaya punya jiwa superior jangan inferior.
Superior (dalam konteks positif)
Bukan berarti sombong atau merasa paling benar, ya.
Yang dimaksud superior adalah:
Percaya diri dalam menjalankan amanah
Punya wibawa sebagai pengurus
Berani mengambil keputusan
Tegas tapi santun
Merasa mampu dan siap memimpin, bukan ragu-ragu.
Jangan inferior
Sifat inferior berarti:
Minder / rendah diri berlebihan
Takut berpendapat
Mudah merasa tidak layak
Selalu merasa kalah sebelum berbuat
Pasif dan menunggu arahan terus
Intinya
H. Rahmatullah, S.Ag., M.Si menekankan bahwa pengurus LDII harus tampil sebagai figur yang kuat, yakin, dan bertanggung jawab, bukan pribadi yang:
minder,
takut tampil,
atau merasa kecil di hadapan orang lain. Rakorwil dilaksanakan tiap 4 bulan sekali. Menindaklanjuti Program Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LDII untuk bangsa yaitu ada 8 Cluster.
Berikut 8 Cluster LDII untuk Bangsa, yang menjadi program kontribusi Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) dalam pembangunan nasional 🇮🇩:
Kebangsaan
Menanamkan wawasan kebangsaan, cinta tanah air, menjaga NKRI, Pancasila, dan UUD 1945.
Keagamaan
Pembinaan akidah, ibadah, dan akhlakul karimah sesuai Al-Qur’an dan Sunnah.
Pendidikan
Peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan formal dan nonformal.
Kesehatan
Gerakan hidup bersih dan sehat, pencegahan penyakit, serta kepedulian kesehatan masyarakat.
Ekonomi Syariah
Kemandirian ekonomi umat melalui usaha halal, UMKM, dan ekonomi berbasis syariah.
Pangan dan Lingkungan Hidup
Ketahanan pangan, pertanian, peternakan, serta pelestarian lingkungan.
Teknologi Digital
Literasi digital, pemanfaatan teknologi informasi secara positif dan produktif.
Energi Baru Terbarukan (EBT)
Dukungan terhadap energi ramah lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam.
Komentar
Posting Komentar