DPD LDII LAHAT BERSINERGI DENGAN POLRES : BENTENGI REMAJA DENGAN AGAMA DAN PENYULUHAN ANTI NARKOBA

Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kabupaten Lahat menggelar pengajian remaja lintas usia di Aula Pondok Pesantren Khoirun Nadzar, Kelurahan Pagar Agung, Minggu (8/2/2026). Selain pembinaan spiritual, kegiatan ini menjadi ajang strategis sosialisasi Asta Cita Presiden Prabowo serta edukasi bahaya narkoba oleh Polres Lahat.

​Kegiatan yang diikuti peserta mulai dari pelajar SMP hingga usia pra-nikah ini bertujuan membentuk generasi muda yang tidak hanya paham agama, tetapi juga memiliki akhlakul karimah.

​Ketua DPD LDII Lahat, Ir. H. Amat Sarjono, menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan. "Kami ingin mencetak generasi yang berkarakter, berilmu, dan mandiri sesuai nilai Al-Qur'an dan Hadits," ujarnya. Senada, sesepuh Ponpes, H. Sarimin Fauzie, mengapresiasi konsistensi pembinaan ini sebagai benteng generasi muda.

​Uniknya, acara ini juga menerapkan Kantin Kejujuran bagi para peserta, sebuah simulasi praktis untuk melatih integritas dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

​Kapolres Lahat, AKBP Novi Edianto, S.I.K., M.I.K., melalui jajaran Satres Narkoba yang diwakili Ipda Novrianto, SH (Kanit 1) dan Ipda Raden Putro, SH (Kanit 2), hadir memberikan penyuluhan hukum.

​Pihak kepolisian memaparkan 8 Misi Utama (Asta Cita) Presiden Prabowo Subianto, khususnya pada poin penguatan reformasi hukum dan pemberantasan narkoba demi menyongsong Indonesia Emas 2045. Para remaja diberikan edukasi mendalam mengenai klasifikasi zat terlarang berdasarkan regulasi terbaru:
​Narkotika (UU No. 35/2009): Dibagi menjadi 3 golongan, mulai dari Golongan I yang sangat berbahaya (Sabu, Ganja, Ekstasi) hingga Golongan III untuk terapi medis.

​Psikotropika (UU No. 5/1997): Dibagi menjadi 4 golongan, mulai dari potensi ketergantungan sangat kuat (LSD) hingga potensi ringan yang luas digunakan dalam medis (Diazepam).

​"Remaja adalah sasaran empuk peredaran gelap narkoba. Melalui pemahaman hukum ini, kami berharap remaja LDII menjadi pelopor anti-narkoba di lingkungan mereka," tegas Ipda Novrianto dalam paparannya. 

​Selain materi agama dan hukum, peserta usia pra-nikah mendapatkan pembekalan kemandirian. Hal ini dimaksudkan agar kelak mereka memiliki kesiapan mental dan keterampilan kerja yang mumpuni sebelum berkeluarga.

​Kegiatan ditutup dengan harapan besar agar sinergi antara LDII dan Kepolisian dapat terus berlanjut demi menciptakan lingkungan Kabupaten Lahat yang religius, aman, dan bebas narkoba.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DPD LDII LAHAT PERINGATI HUT RI KE 80

KEJURDA PERSINAS ASAD PRAREMAJA ZONA 4 SUMSEL

PC LDII KECAMATAN LAHAT MENGADAKAN KERJA BAKTI